Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Iran Mengambil Keuntungan, AS Tertekan Akibat Blokade Selat Hormuz, Perdamaian Mendekat

Rafitman
Last updated: April 20, 2026 12:05 am
Rafitman
Share
4 Min Read
SHARE

Kedua Negara Akan Berunding di Islamabad

Kedua negara, Iran dan Amerika Serikat (AS), akan menggelar pertemuan langsung di Islamabad, Pakistan, pada hari ini, Sabtu (11/4/2026). Pertemuan ini akan berlangsung dengan mediasi dari pihak Pakistan. Pertemuan penting ini terjadi di tengah situasi geopolitik yang masih memanas akibat konflik yang berkepanjangan antara kedua negara.

Contents
  • Kedua Negara Akan Berunding di Islamabad
  • Senjata Ekonomi di Tangan Teheran
  • Menuju Perundingan

Menjelang perundingan tersebut, Iran dinilai dalam posisi tawar yang cukup kuat. Hal ini tidak lepas dari keberhasilan Teheran dalam mengendalikan Selat Hormuz setelah konflik yang berlangsung selama 40 hari. Penguasaan atas jalur strategis tersebut memberi Iran pengaruh besar terhadap pasar energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan adanya risiko besar jika Iran terlalu memaksakan tuntutan maksimalnya dalam negosiasi dengan Wakil Presiden AS JD Vance. Pasalnya, di balik keunggulan strategis tersebut, Iran juga dilaporkan mengalami kerugian signifikan, baik dari sisi militer maupun industri persenjataan akibat perang yang terjadi.

Situasi ini membuat jalannya negosiasi diprediksi berlangsung alot, dengan kedua pihak sama-sama membawa kepentingan besar yang sulit untuk dikompromikan.

Senjata Ekonomi di Tangan Teheran

Saat ini, Iran dalam posisi yang diuntungkan secara strategis. Dengan memegang kendali atas jalur pelayaran minyak dunia, Teheran merasa memiliki daya tekan yang signifikan terhadap ekonomi global.

“Dari sudut pandang Teheran, mereka merasa telah memojokkan Trump. Mereka merasa telah menjadikan ekonomi dunia sebagai senjata, mampu bertahan dari segala serangan Amerika, dan tetap berdiri tegak,” ujar Direktur Program Timur Tengah di Atlantic Council William Wechsler kepada Wall Street Journal.

Menurut Wechsler, Iran kemungkinan besar tidak akan menerima kesepakatan kecuali jika AS benar-benar meninggalkan kepentingan keamanan nasionalnya di Timur Tengah.

Senada dengan itu, CEO Qamar Energy, Robin Mills, menyoroti bahwa tekanan saat ini sepenuhnya berada di Selat Hormuz. Stok minyak di Asia, Eropa, hingga AS mulai menipis karena pasokan yang tersendat akibat penutupan selat sempit tersebut, jalur vital bagi 20 persen minyak dunia.

“Jika ini terus berlanjut, kenaikan harga bensin akan menghantam AS secara tajam dalam beberapa minggu ke depan,” kata Mills. Saat ini, harga bahan bakar di AS dilaporkan telah melonjak sekitar 40 persen dibandingkan bulan Februari.

Menuju Perundingan

Tuntutan utama Iran dalam pertemuan di Islamabad adalah pencabutan sanksi ekonomi yang telah menjerat negara tersebut selama puluhan tahun lamanya. Pencabutan sanksi ini penting guna membangun kembali negara yang sudah mengalami krisis bahkan sebelum perang dimulai.

Para diplomat berharap adanya fleksibilitas dari kedua belah pihak untuk mencapai kerangka kerja yang mirip dengan kesepakatan nuklir 2015. Namun, Husain Haqqani, mantan Duta Besar Pakistan untuk AS, menekankan bahwa situasi kali ini jauh lebih rumit.

“Kesalahan perhitungan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump telah menempatkan Selat Hormuz sebagai faktor negosiasi, sesuatu yang tidak ada sebelum perang ini,” jelasnya.

Selain itu, ambisi Iran untuk mengenakan biaya lintas bagi kapal-kapal di Selat Hormuz mulai mendapat tentangan. CEO Adnoc, Sultan al-Jaber, menegaskan bahwa penutupan selat memberikan konsekuensi yang semakin berat setiap harinya bagi pasar global.

Secara jangka panjang, posisi Iran mungkin tidak sekuat yang terlihat. Pakar politik Iran, Meir Javedanfar, mengingatkan bahwa mitra kunci seperti China lebih banyak berdagang dengan negara-negara Teluk daripada dengan Iran.

“Dunia tidak akan bersedia hidup dengan perubahan seperti itu. Perlawanan jangka panjang akan jauh lebih besar daripada yang bisa ditahan oleh Iran,” ucap Javedanfar.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRafitman
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

Aturan Bantuan Sosial 2026 Hanya untuk Desil 1–5, Cek Nama Anda Sekarang!

January 8, 2026
Politik

Ahmad Sahroni Kembali Pimpin Komisi III DPR Setelah 6 Bulan Dinonaktifkan

February 23, 2026
Politik

Jawaharlal Nehru, Sang Pemimpin dari Penjara ke Penjara

March 23, 2026
Politik

Nasib Bupati Aceh Selatan yang Berangkat Umrah Saat Bencana, Presiden Prabowo Marah

December 14, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?