Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Politik

Negosiasi AS-Iran Macet, Teheran Kuasai Kartu Lebih Banyak dan Menakutkan Daripada Washington

Ratna Purnama
Last updated: April 20, 2026 12:05 am
Ratna Purnama
Share
4 Min Read
SHARE

Perundingan AS-Iran di Islamabad Berakhir Tanpa Kesepakatan

Perundingan maraton antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa mencapai kesepakatan. Penolakan Teheran terhadap tuntutan nuklir jangka panjang dan syarat “berlebihan” dari Washington menjadi faktor utama dalam kegagalan negosiasi ini. Meskipun kedua belah pihak sempat berdiskusi selama 21 jam, perbedaan pendapat yang mendasar membuat proses ini tidak berhasil menyelesaikan isu-isu kritis.

Contents
  • Perundingan AS-Iran di Islamabad Berakhir Tanpa Kesepakatan
  • Pemahaman Tentang Kekuatan Iran
  • Tanggapan dari Wakil Presiden AS
  • Pandangan dari Pihak Iran
  • Isu Kunci yang Menghambat Kesepakatan
  • Dampak Kemanusiaan dan Stabilitas Global

Sejumlah mantan negosiator AS mengatakan bahwa posisi Iran dalam perundingan kali ini lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Mereka menilai bahwa Iran memiliki kendali atas jalur vital energi global seperti Selat Hormuz, serta memiliki cadangan uranium yang telah diperkaya tinggi. Hal ini memberi Iran keuntungan strategis yang signifikan.

Pemahaman Tentang Kekuatan Iran

Mantan negosiator Timur Tengah Departemen Luar Negeri AS, Aaron David Miller, menyebut bahwa Iran memegang lebih banyak kartu dalam perundingan ini. Menurutnya, Iran tidak dalam tekanan waktu dan masih memiliki kapasitas untuk memengaruhi stabilitas kawasan. Ia juga menilai bahwa Iran telah mempersenjatai geografi mereka, termasuk kemampuan untuk mengelola Selat Hormuz secara efektif.

Miller mengatakan bahwa Iran tidak terburu-buru membuat konsesi, dan ia percaya bahwa mereka lebih memilih mengambil risiko kembali ke serangan militer AS dan Israel daripada melakukan negosiasi dengan tunduk pada permintaan AS. Hal ini menunjukkan bahwa Iran tetap menjaga sikap keras dalam konflik ini.

Tanggapan dari Wakil Presiden AS

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance menyebut kegagalan perundingan sebagai kabar buruk bagi Iran. Ia menegaskan bahwa Washington telah mengajukan tawaran terbaiknya, namun tidak ada komitmen tegas dari Teheran untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir dalam jangka panjang. Vance juga mengakui bahwa proses negosiasi ini tidak mudah, dan bahwa AS akan terus memantau situasi dengan cermat.

Presiden Donald Trump disebut terus memantau jalannya negosiasi secara langsung. Ia berkomunikasi intens dengan timnya di Islamabad sepanjang proses berlangsung. Namun, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa AS akan mengubah pendiriannya terhadap tuntutan nuklir Iran.

Pandangan dari Pihak Iran

Dari sisi Iran, narasi yang muncul justru berbeda. Mantan pejabat tinggi Iran, Ataollah Mohajerani, menyebut kegagalan ini sebagai kabar yang lebih buruk bagi Amerika Serikat. Ia menilai bahwa Washington mencoba meraih apa yang gagal dicapai di medan perang melalui meja perundingan.

Media pemerintah Iran bahkan melaporkan bahwa Teheran belum memiliki rencana untuk melanjutkan putaran negosiasi berikutnya. Sumber yang dekat dengan tim negosiasi menegaskan bahwa Iran tidak akan tergesa-gesa, terutama jika tuntutan AS dinilai “berlebihan.”

Isu Kunci yang Menghambat Kesepakatan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengungkapkan bahwa kebuntuan terjadi akibat perbedaan pada dua atau tiga isu kunci. Ia menegaskan bahwa jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup. “Diplomasi tidak pernah berakhir,” katanya.

Meski demikian, Baqaei mengatakan bahwa tidak ada harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai dalam satu sesi. Ia juga menyampaikan bahwa Iran akan tetap berhubungan dengan Pakistan, mediator pembicaraan tersebut, serta negara-negara lain di kawasan.

Dampak Kemanusiaan dan Stabilitas Global

Di balik tarik-menarik kepentingan ini, dampak kemanusiaan tetap membayangi. Konflik yang belum sepenuhnya usai telah meninggalkan trauma mendalam di kedua sisi, sementara dunia menanti apakah diplomasi masih mampu mencegah eskalasi yang lebih luas.

Dengan kedua pihak saling mengklaim keunggulan, masa depan negosiasi kini berada di titik paling rapuh—di mana satu keputusan dapat menentukan arah stabilitas kawasan dan keamanan global.


Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRatna Purnama
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Politik

DPRD Malaka Minta 58 Pejabat Baru Bekerja dengan Hati

April 20, 2026
Politik

Kekayaan dan isi garasi Wabup Tulungagung Ahmad Baharudin yang sempat disebut termiskin

April 20, 2026
Politik

Profil Letjen TNI Suharyanto, Kepala BNPB Diperhatikan Usai Ucapkan Kondisi Banjir Sumatera

December 3, 2025
Politik

Presiden Prancis ke Cina, Redam Ketegangan Dagang Eropa-Beijing?

December 3, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?