Jayapura Update
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • Tentang Kami
  • Kontak
    • Informasi Pemasangan Iklan & advertorial
  • Pedoman Media Siber
    • Hak Jawab Dan Koreksi Berita
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kirim Tulisan
Jayapura UpdateJayapura Update
Font ResizerAa
  • Home
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Search
  • Bisnis
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
Follow US
Bisnis

Obligasi vs Sukuk: Mana yang Lebih Menguntungkan? Ini Penjelasan dan Cara Membelinya

Rommy Argiansyah
Last updated: March 14, 2026 11:50 pm
Rommy Argiansyah
Share
6 Min Read
SHARE

Contents
  • Apa Itu Sukuk dan Obligasi Negara?
  • Perbedaan Obligasi Biasa vs Sukuk
  • Jenis Sukuk Negara yang Populer di Indonesia
  • Cara Beli Sukuk Secara Resmi
  • Keuntungan Jangka Panjang Berinvestasi Sukuk
  • Risiko Investasi Sukuk yang Perlu Dipahami

Apa Itu Sukuk dan Obligasi Negara?

Investasi obligasi sering dianggap sebagai pilihan yang stabil dan minim risiko. Namun, tidak semua obligasi memiliki sistem yang sama. Saat ini, banyak investor mulai melirik sukuk, yaitu instrumen investasi berbasis syariah yang berbeda dengan obligasi konvensional. Perbedaan konsep ini sering menimbulkan pertanyaan di kalangan investor pemula, terutama terkait obligasi biasa vs sukuk, cara membeli, hingga potensi keuntungannya dalam jangka panjang.

Secara umum, obligasi negara merupakan surat utang yang diterbitkan pemerintah untuk mendapatkan dana dari masyarakat atau investor. Dana tersebut biasanya digunakan untuk membiayai pembangunan, menutup defisit anggaran, atau mendanai proyek strategis. Sementara itu, sukuk adalah surat berharga syariah yang diterbitkan berdasarkan prinsip Islam. Berbeda dengan obligasi konvensional yang menggunakan sistem bunga, sukuk menggunakan mekanisme bagi hasil, margin, atau sewa (akad) yang sesuai dengan aturan syariah. Dalam sukuk, investor tidak sekadar memberikan pinjaman kepada penerbit, tetapi memiliki kepemilikan atas aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk (underlying asset).

Karena mengikuti prinsip syariah, sukuk tidak mengandung unsur:
– riba (bunga),
– gharar (ketidakjelasan transaksi),
– maysir (spekulasi atau perjudian).

Hal inilah yang membuat sukuk menjadi alternatif investasi yang dianggap halal dan stabil bagi banyak investor.

Perbedaan Obligasi Biasa vs Sukuk

Perbandingan antara obligasi konvensional dan sukuk dapat dilihat dari beberapa aspek utama:

  1. Prinsip dasar

    Pada obligasi konvensional, hubungan antara investor dan penerbit adalah hubungan utang-piutang. Investor memberikan dana dan akan menerima pembayaran bunga secara berkala. Sedangkan pada sukuk, investor memiliki kepemilikan bersama atas aset atau proyek yang menjadi dasar penerbitan surat berharga tersebut.

  2. Imbal hasil

    Obligasi memberikan imbalan berupa kupon bunga yang bisa bersifat tetap atau mengambang. Sukuk memberikan imbalan berdasarkan akad syariah, seperti bagi hasil usaha, margin keuntungan, atau pembayaran sewa dari aset yang dibiayai.

  3. Kepatuhan syariah

    Sukuk wajib mengikuti aturan syariah dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah. Obligasi konvensional tidak memiliki ketentuan tersebut.

  4. Underlying asset

    Sukuk harus memiliki aset dasar seperti proyek infrastruktur atau aset nyata lainnya. Obligasi konvensional tidak selalu membutuhkan aset pendukung.

  5. Risiko

    Risiko pada sukuk berkaitan dengan kinerja aset yang menjadi dasar investasi, sedangkan obligasi lebih berfokus pada risiko penerbit dalam membayar utang.

Jenis Sukuk Negara yang Populer di Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan menerbitkan beberapa jenis sukuk yang bisa dibeli oleh masyarakat:

  1. Sukuk Tabungan (ST)

    Sukuk tabungan merupakan produk investasi syariah dengan tenor dua hingga empat tahun. Imbal hasilnya bersifat floating with floor, yaitu mengikuti suku bunga acuan namun memiliki batas minimal tertentu. Selama masa investasi, sukuk tabungan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi investor masih bisa mencairkan sebagian dana melalui fasilitas early redemption.

  2. Sukuk Ritel (SR)

    Sukuk ritel memiliki imbal hasil tetap dan tenor sekitar tiga tahun. Berbeda dengan sukuk tabungan, produk ini dapat diperjualbelikan di pasar sekunder setelah melewati masa holding period. Nilai pembelian biasanya dimulai dari Rp1 juta, sehingga cukup terjangkau bagi investor pemula.

Cara Beli Sukuk Secara Resmi

Banyak orang mengira membeli sukuk sulit, padahal prosesnya cukup sederhana dan bisa dilakukan secara online. Berikut cara beli sukuk & risikonya yang perlu diketahui investor:

  1. Registrasi melalui mitra distribusi

    Investor harus mendaftar di mitra distribusi resmi yang ditunjuk Kemenkeu, seperti:
  2. Bank BCA
  3. Bank Mandiri
  4. BRI
  5. BNI
  6. Aplikasi investasi seperti Bareksa, Bibit, dan Tanamduit
  7. Perusahaan sekuritas

Registrasi biasanya membutuhkan data seperti SID (Single Investor Identification), rekening dana, dan rekening surat berharga.

  1. Pemesanan saat masa penawaran

    Ketika pemerintah membuka masa penawaran sukuk, investor dapat:
  2. login ke aplikasi atau website mitra distribusi
  3. memilih seri sukuk yang tersedia
  4. menentukan nominal pembelian (mulai Rp1 juta)

Investor juga perlu menyetujui dokumen memorandum informasi sebelum melanjutkan transaksi.

  1. Melakukan pembayaran

    Setelah pesanan diverifikasi, investor akan mendapatkan kode billing untuk pembayaran melalui mobile banking, ATM, atau teller bank.

  2. Konfirmasi kepemilikan

    Jika pembayaran berhasil, investor akan menerima NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) sebagai bukti transaksi. Sukuk akan masuk ke portofolio investasi pada tanggal penerbitan.

Keuntungan Jangka Panjang Berinvestasi Sukuk

Sukuk menjadi pilihan menarik bagi banyak investor karena menawarkan beberapa keunggulan:

  • Pendapatan stabil
  • Aman dan dijamin negara
  • Modal awal terjangkau
  • Diversifikasi investasi
  • Mendukung pembangunan negara

Risiko Investasi Sukuk yang Perlu Dipahami

Meskipun tergolong aman, sukuk tetap memiliki beberapa risiko investasi yang perlu dipertimbangkan:

  1. Risiko gagal bayar

    Risiko ini terjadi jika penerbit tidak mampu membayar imbal hasil atau pokok investasi. Namun pada sukuk negara, risiko ini relatif kecil karena dijamin pemerintah.

  2. Risiko likuiditas

    Tidak semua sukuk dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Beberapa produk seperti sukuk tabungan memiliki batasan pencairan sebelum jatuh tempo.

  3. Risiko pasar

    Harga sukuk ritel di pasar sekunder dapat turun ketika suku bunga naik, sehingga investor perlu mempertimbangkan waktu yang tepat untuk menjualnya.

Perdebatan obligasi biasa vs sukuk sebenarnya kembali pada kebutuhan dan preferensi investor. Obligasi konvensional menawarkan sistem bunga, sedangkan sukuk menggunakan prinsip syariah dengan mekanisme bagi hasil atau sewa. Bagi investor yang menginginkan investasi halal, stabil, dan berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang, sukuk bisa menjadi pilihan yang menarik. Apalagi proses pembeliannya kini semakin mudah berkat sistem online dan panduan resmi dari Kementerian Keuangan.

Share This Article
Facebook Copy Link Print
ByRommy Argiansyah
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kafe Starboy, daya tarik baru di utara Makassar dengan pemandangan laut yang menakjubkan

Upah dan Ilusi Perlindungan Karyawan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 Halaman 191-192: Jenis Paragraf

Itinerary Taman Narmada Lombok, Santapan Raja di Kaki Gunung Rinjani

Orang yang Selalu Butuh Tahu Rencana Biasanya Memiliki 8 Kualitas Unik Ini, Menurut Psikologi

Kala KSAD dan Mendagri Serentak Minta Anggaran ke Purbaya untuk Sumatera

Kisah Sedekah Francisco Rivera: Bintang Persebaya Bagikan Ponsel ke Staf Pelatih

Kunci keberhasilan Nvidia menguasai industri AI, strategi berani

Melihat Awal Sejarah Vietnam Melalui Benda Purba di Museum Nasional

5 Drama China Terbaik untuk Wanita 20-an, Obat Galau Kehidupan Masa Lalu

You Might Also Like

Bisnis

Tasik dan Garut Miliki Potensi Besar untuk UMKM dan Pariwisata

January 4, 2026
Bisnis

Komitmen Bank Mandiri Bangun Huntara untuk Korban Bencana Aceh Tamiang

January 8, 2026
Bisnis

Aliran Keuangan Tinggi 2026: 8 Shio Ini Siap Dapat Rezeki Besar

January 4, 2026
Bisnis

Kerugian Rp 200 Miliar, Ini Hasil Pertemuan Korban Akses Ilegal Akun Sekuritas dengan OJK

December 14, 2025
Jayapura Update
Jayapura Update JayapuraUpdate menjadi salah satu media online yang memberikan perhatian khusus pada isu-isu lokal di Jayapura dan Papua. Portal ini mengedepankan penyajian berita yang ringkas namun tetap menyeluruh, sehingga memudahkan pembaca memahami konteks peristiwa. Selain berita aktual, situs ini juga memberikan artikel analisis, opini, serta laporan mendalam tentang isu yang berdampak bagi masyarakat. JayapuraUpdate dapat diakses secara mudah melalui berbagai perangkat.
FacebookLike
XFollow
PinterestPin
InstagramFollow
YoutubeSubscribe

© Powered by PT Cipta Jasa Digital – JayapuraUpdate.com @2025

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?