Kehilangan yang Menyedihkan di Lokasi Longsor TPST Bantargebang
Di Posko Pengaduan Orang Hilang Bencana Longsor Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, seorang perempuan bernama Fatimah tidak bisa menahan air matanya. Ia terus menangis setelah mendengar kabar bahwa anaknya, Riki Supiadi, sopir truk sampah, diduga hilang akibat longsor.
Fatimah mengaku sedih dan kaget saat mengetahui anaknya hilang. Ia ditemani oleh beberapa anaknya lainnya dan langsung menuju ke lokasi dari kediamannya di kawasan Cibatu, Kabupaten Bogor. Ia menceritakan bahwa komunikasi terakhir dengan anaknya terjadi pada Sabtu (7/3/2026), dan sejak itu tidak ada lagi kabar.
“Anak saya komunikasi dengan saya terakhir Sabtu (7/3/2026), terus belum komunikasi lagi sampai sekarang, dan dapat kabar ada longsor di lokasi kerjanya, saya langsung ke TPST tadi malam,” ujarnya.
Sesampainya di lokasi, Fatimah langsung memberikan informasi kepada petugas dari Basarnas, Polisi, TNI, dan Damkar bahwa anaknya diduga hilang karena longsor. Tak lama setelah melaporkan informasi tersebut, petugas gabungan menunjukkan sebuah KTP seseorang atas nama Riki Supiadi.
Mengetahui identitas KTP sesuai dengan anaknya, ia pun kembali menangis lantaran merasa sangat yakin putranya yang bekerja sebagai sopir truk sampah itu hilang tertimbun longsor.
“KTP anak saya ditemukan, tas nya ditemukan, truk kerjanya ditemukan, tapi anak saya belum,” jelas Fatimah sembari menangis.
Kini, Fatimah hanya berdoa dan berharap anaknya dapat segera ditemukan. “Berharap banget anak saya dapat ditemukan secepatnya, aamiin,” tutupnya.
Korban Meninggal Dunia Bertambah
Sebelumnya, korban meninggal dunia akibat longsor sampah di TPST Bantargebang milik Pemprov DKI Jakarta bertambah. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan, saat ini korban meninggal dunia bertambah satu.
“Sampai saat ini korban yang ditemukan meninggal dunia ada empat orang,” kata Kusumo di lokasi, Minggu (8/3/2026).
Namun Kusumo menjelaskan terkait identitas korban, pihaknya belum dapat mengetahui. Hanya saja korban tersebut merupakan sopir truk pengangkut sampah. Selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi.
“Belum tahu identitasnya. Baru saja ini tadi jenazah keempat diangkat ya. Tertimbun posisinya, itu pengemudi kendaraan, ditemukannya di dekat kendaraannya,” jelasnya.
Hingga Minggu (8/3/2026) malam, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan, ada penemuan empat orang yang ditemukan meninggal dunia. Tiga orang itu Enda Widayanti (25), Sumine (60) Dedi Sutrisno dan Iwan Prihatin.
Empat Korban Ditemukan Meninggal Dunia
Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, personel Kantor SAR Jakarta melalui Unit Siaga SAR Bekasi langsung menuju lokasi untuk melakukan pencarian korban. Dalam peristiwa tersebut, sekitar 10 orang diduga menjadi korban. Sebanyak empat orang ditemukan meninggal dunia, yakni Enda Widayanti (25) dan Sumine (60) yang merupakan pemilik warung di sekitar lokasi kejadian. Dua korban lainnya adalah Dedi Sutrisno dan Irwan Suprihatin yang merupakan sopir truk sampah. Keduanya ditemukan sekitar pukul 19.45 WIB di dalam truk yang tertimbun material sampah.
Dua Korban Selamat Masih Syok
Selain korban meninggal dunia, dua orang lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Kedua korban tersebut diketahui bernama Setiabudi dan Johan. Saat ini keduanya telah kembali ke rumah masing-masing, namun masih mengalami syok akibat kejadian tersebut.
Pencarian Melibatkan Puluhan Personel SAR
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan proses pencarian korban masih terus dilakukan hingga malam hari. “Upaya pencarian terhadap korban terus dilakukan hingga malam ini dengan melibatkan puluhan personel SAR gabungan dengan dibantu alat berat,” ujar Desiana.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, BPBD Kota Bekasi, BPBD DKI Jakarta, Polres Metro Bekasi, Kodim 0507, GMCI, LAI, serta Al Ikhwan.
