Penyaluran BBM Pertalite di SPBU Bekasi Dihentikan Sementara
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menghentikan sementara penyaluran BBM jenis pertalite di SPBU 34.171.46, Jalan Insinyur H. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Penghentian ini dilakukan setelah menerima laporan dari konsumen terkait adanya keluhan usai pengisian bensin di SPBU tersebut.
Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menjelaskan bahwa pihaknya segera mengambil tindakan setelah menerima laporan. “Kami segera menginstruksikan penghentian sementara penyaluran Pertalite di SPBU 34.171.46 setelah menerima laporan dari konsumen,” ujarnya dalam keterangannya.
Fokus utama saat ini adalah memastikan penanganan kendaraan yang terdampak berjalan tuntas. Pihak SPBU diminta untuk membuka posko pengaduan agar konsumen dapat melaporkan keluhan mereka. “Seluruh biaya perbaikan kendaraan menjadi tanggung jawab pihak SPBU. Sebagian kendaraan telah selesai diperbaiki dan dapat kembali digunakan, sementara proses perbaikan lainnya masih terus berlangsung hingga tuntas,” jelas Susanto.
Saat ini, penyebab kejadian masih dalam proses investigasi dan verifikasi di lapangan. “Pertamina Patra Niaga Regional JBB memastikan bahwa produk pertalite di SPBU lain di wilayah sekitar dalam kondisi aman dan tidak terdapat keluhan serupa,” tambahnya.
SPBU Menutup Operasional Sementara
Manajemen SPBU Juanda menutup sementara operasional hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pengawas SPBU Juanda Bekasi, Ragil Pambudi, mengatakan bahwa penutupan ini dilakukan untuk proses investigasi oleh pihak Pertamina di lapangan terkait ditemukannya bensin bercampur air.
“Saat ini masih dilakukan investigasi di lapangan untuk mengetahui kronologi serta penyebab pastinya. Untuk penjelasan lebih detail nantinya akan disampaikan oleh pihak Pertamina,” ujar Ragil di lokasi.
Ragil memastikan bahwa campuran air bukan berasal dari mobil tangki pengangkut BBM. Namun, diduga berasal dari tangki pendam (tangki benam), meskipun belum ada kesimpulan pasti tentang proses bercampurnya bensin dengan air. “Saat ini masih ada pekerjaan di area tangki tersebut. Namun untuk penyebab pastinya kami masih menunggu penjelasan dari pihak Pertamina,” jelasnya.
Banyak Kendaraan Terdampak
Diketahui sebelumnya, pihak SPBU merepons video viral terkait adanya temuan BBM atau bensin bercampur air yang membuat beberapa kendaraan mogok. Ragil menyampaikan bahwa peristiwa itu benar adanya dan tercatat ada puluhan kendaraan yang terdampak, baik sepeda motor dan mobil.
“Kami juga sudah membuka posko pengaduan dan sejauh ini telah menangani sekitar 18 kendaraan roda dua dan 4 kendaraan roda empat yang mogok,” ujarnya.
Posko Pengaduan akan dibuka sampai operasional SPBU kembali normal. “Konsumen yang merasa dirugikan imbas bensin campuran itu dapat melaporkannya ke pihak SPBU,” tambahnya.
SPBU Meminta Maaf dan Mengakui Salah
Ragil menegaskan bahwa pihaknya meminta maaf kepada konsumen yang dirugikan. Ia menegaskan campuran air itu ditemukan di bensin berjenis pertalite. “Intinya kejadian tersebut memang benar adanya. Kami mohon maaf kepada seluruh konsumen karena memang terjadi campuran air pada bahan bakar,” tegasnya.
Pihak SPBU memastikan bertanggung jawab kepada semua konsumen yang terdampak. Tindakan pertama yang dilakukan pihak SPBU dengan menguras tangki kendaraan di lokasi. Setelah dipastikan tidak ada air, pihak SPBU mengisi BBM kembali secara penuh sesuai pembelian.
Jika kendaraan masih mengalami kendala setelah dikuras, pihak SPBU mengarahkan ke bengkel terdekat yang sudah bekerja sama. “Biaya perbaikan ditanggung sepenuhnya oleh SPBU, bensin yang terbuang juga diganti dan diisi penuh kembali,” pungkasnya.
Video Viral di Sosial Media
Sebuah video di Sosial Media (Sosmed) threads yang diunggah akun pujiestia_____ viral diberbincangkan sejumlah warga net. Hingga Minggu (1/3/2026) sekira pukul 12.17 WIB, video itu terdapat respon 968 suka, 314 komentar, 145 tweet ulang, dan 480 meneruskan.
Video itu memperlihatkan adanya kendaraan sepeda motor diduga mogok usai mengisi BBM atau bensin bercampur air di SPBU Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Narasi unggahan menyebutkan bahwa kejadian ini tidak hanya terjadi sekali.
Terkait video tersebut, seorang perempuan diduga korban, berinisial PJ, mengatakan mogok massal itu sebelumnya terjadi pada Sabtu (28/2/2026) sekira pukul 17.00 WIB. Ia mengisi bahan bakar jenis Pertalite senilai Rp30 ribu di SPBU dekat underpass Bulak Kapal.
Namun, tak lama setelah meninggalkan lokasi, motornya tiba-tiba mati mendadak. “Saya mengisi bensin di SPBU Jalan Juanda, Bekasi, sebelum underpass. Setelah mengisi bensin, sekitar kurang dari 1 menit atau 100 meter jalan, motor tiba-tiba mogok,” kata PJ.
PJ mengaku sempat mencoba menyalakan kembali kendaraannya beberapa kali, tetapi mesin tetap tidak merespons. Padahal, sebelumnya motor yang ia gunakan tidak pernah mengalami kendala. Kondisi tersebut ternyata tidak hanya dialami PJ. Di sekitar lokasi, ia mendapati beberapa pengendara lain juga mengalami kejadian serupa.
Setelah ngobrol, ternyata mereka juga baru saja mengisi bensin di SPBU yang sama. “Di sekitar lokasi, saya lihat beberapa motor lain mogok. Setelah ngobrol, ternyata mereka juga baru saja mengisi bensin di SPBU yang sama,” ujarnya.
Para pengendara, termasuk PJ kemudian sepakat kembali ke SPBU untuk meminta penjelasan sekaligus pemeriksaan. Petugas SPBU sempat melakukan pengecekan menggunakan alat uji dari tangki penyimpanan. Hasil awal disebutkan tidak ditemukan indikasi adanya campuran air.
Namun, para korban meminta agar bahan bakar dari tangki kendaraan mereka juga diperiksa. “Pas bensin dikeluarkan dari tangki motor, terlihat ada cairan yang terpisah,” jelasnya.
PJ menuturkan, ia belum dapat memastikan jenis air yang tercampur. Hanya saja akibat kejadian ini, para pengendara meminta pertanggungjawaban pihak SPBU. Kemudian, pihak SPBU akhirnya mengganti bahan bakar dengan yang baru.
Setelah pengisian ulang, motornya kembali dapat dinyalakan. “Dalam kasus saya, motor akhirnya bisa menyala lagi setelah diganti bensinnya,” tuturnya. Saat ini, PJ memilih untuk melakukan pengecekan lanjutan ke bengkel guna memastikan tidak ada kerusakan pada kendaraannya.
Terkait langkah hukum, ia mengaku belum berencana melapor ke pihak kepolisian. Namun, jika ditemukan kerusakan yang menimbulkan biaya perbaikan, ia akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak SPBU. “Saya akan cek dulu ke bengkel. Kalau ada biaya, rencananya akan saya komunikasikan ke pihak SPBU,” tutupnya.
